Eric Siregar

KISAH NYATA DAN SUMBER INSPIRASI

Mungkin banyak yang menyangka profesi yang dijalani seorang Eric Siregar ini adalah sebuah profesi bisnis saja. Pernah kah anda mendengar bagaimana beliau melewati proses perjalanannya hingga sampai saat ini?

KILASAN SINGKAT :

Eric Siregar seorang perantau dari kota Binjai (Sumatera Utara) yang awalnya menuntut ilmu di salah satu Sekolah Tinggi Ilmu Komputer di Yogyakarta tahun 2000, dan berhasil lulus tahun 2006.

Memulai bisnis sejak tahun 2007, dari mulai broker sampai akhirnya mendirikan usaha pertamanya yaitu Tour & Travel. Awalnya bisnis berjalan lancar dan mulai menuju ke arah yang lebih besar.

Namun dalam perjalanannya mengalami kendala non teknis. Eric Siregar mengalami masalah dengan rekan bisnisnya (sesama pemilik modal), terjadi ketidakcocokan dalam berpikir sehingga berujung pada ketidakstabilan bisnis tersebut.

Dalam waktu bersamaan hubungannya dengan tunangan juga mulai bermasalah. Puncaknya mulai terjadi sekitar akhir 2008, dimana teman bisnisnya meninggalkan usaha yang telah digarap bersama pada saat sedang mengalami masalah. Dan dalam waktu yang tidak terlalu jauh, sang tunangan pun meninggalkannya dan memilih untuk menikah dengan orang lain.

Dalam suasana hati yang kacau serta carut marut, beliau berusaha bertahan. Dan tetap berusaha menjalankan bisnisnya dalam suasana perasaan yang tertekan. Dan apa yang terjadi? Keadaan semakin kacau, beberapa kali Eric Siregar dimanfaatkan orang-orang yang menipu bisnisnya.

Karena masih dalam keadaan seperti itu terus, akhirnya hutang pun menjadi solusi cepat untuk menghidupi dirinya. Karena tekanan masalah tersebut mengganggu akhirnya bisnisnya semakin terpuruk dan meninggalkan banyak hutang.

Diperjalanan Eric Siregar mengalami DEPRESI berat. Gairah dan motivasi hidupnya mulai berkurang, sesekali tampak di wajahnya sebuah keinginan untuk meninggalkan kota Yogyakarta kembali ke kampung halaman. Selama 1 tahun bisnisnya minus, dan bahkan untuk sekedar hidup harus mengandalkan hutang.

TITIK BALIK CERITA :

Dalam masa kekacauan tersebut Eric Siregar memilih untuk tidak aktif berbisnis sementara dan lebih memilih untuk mendalami pemahaman spiritualnya. Dan dari sini Eric Siregar mulai menemukan titik terang.

Dia berkenalan dengan beberapa ahli dan orang-orang yang punya pengalaman hidup yang menarik. Eric Siregar membuka diri untuk belajar dari orang-orang tersebut. Sampai akhirnya beliau menemukan sebuah solusi untuk permasalahannya.

Karena Eric Siregar mengetahui dirinya sedang depresinya akhirnya mencari tau langkah apa yang harus dilakukan untuk menyembuhkan dirinya. Dan akhirnya beliau menemukan Hypnotherapy. Singkat kata dalam pencarian informasi tersebut beliau tidak sengaja ketemu teman lamanya yang kebetulan seorang Hypnotherapist, dan beliau belajar dan awalnya untuk menyembuhkan diri sendiri sampai akhirnya memberanikan membuka Klinik Hypnotherapy (memasarkan teman tersebut) pada akhir 2009.

Namun dalam perjalanannya teman tersebut akhirnya menarik diri pada awal-awal 2010. Sementara Eric Siregar sendiri belum begitu mahir tentang Hypnotherapy. Meskipun beliau tidak menangani langsung kliennya, akan tetapi sering menerima konsultasi gratis kepada beberapa teman terutama di sosial media Facebook.

Nah, dari beberapa teman yang konsultasi ini beberapa diantaranya terselesaikan masalah mereka. Dan ada beberapa teman yang menyarankan agar beliau terjun secara profesional. Saat itu pikirannya hanya ingin membantu sesama saja karena bentuk kepeduliannya dan pernah bermasalah lalu menemukan solusi.

Ternyata selang beberapa bulan anjuran beberapa teman tadi diresponnya. Eric Siregar memperdalam ilmu Hypnotherapynya dengan mengikuti Kelas International Hypnotherapy dari sebuah Lembaga Hypnotherapy No.1 di Amerika yaitu National Guild of Hypnotist (NGH).

Setelah mengikuti kelas International Hypnotherapy ini kepercayaan dirinya mulai meningkat, dan berani memutuskan untuk benar-benar terjun di dunia Hypnotherapy. Dengan berbekal pengalaman hidup dan ilmu yang mumpuni akhirnya sekitar pertengahan 2011 hypnotherapynya mulai dikenal orang, dan puncaknya pada tahun 2012 lembaga hypnotherapy dan pengembangan dirinya menjadi salah satu yang cukup punya nama di Yogyakarta, dan orang-orang mengenalnya dengan nama SMYLE Hypnotherapy.

Eric Siregar terus memperdalam ilmunya dengan mengikuti beberapa disiplin ilmu pengembangan diri dan skill komunikasi diantaranya mempelajari Neuro-Linguistic Programming (NLP), Ego State Therapy, Life Coaching dan lain-lain.

Sejak akhir 2012 mulai merambah dunia training dan pengembangan diri dan 2013 mulai sering mengisi pelatihan di beberapa kantor-kantor di Yogyakarta.

Dan pada tahun 2013 mulai menulis buku, dan buku pertamanya adalah Aktifkan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar (2013). Tahun 2014 menulis kembali dan mengeluarkan 2 buah buku yaitu Dahsyatnya Kata-Kata dan “I’m Happy Now” Ini Pilihanku.

Dua dari tiga bukunya mendapatkan Best Seller yaitu Aktifkan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar & Dahsyatnya Kata-Kata .

Dan pada tahun yang sama juga yaitu 2014 beliau sudah mulai mengisi beberapa pelatihan di perusahaan-perusahaan besar nasional seperti PT HM Sampoerna TBK, PT Sanbe Farma dan beberapa instansi pemerintahan .

Sampai dengan saat ini beliau masih aktif menerima konsultasi, terapi serta pelatihan dalam aktifitas sehari-harinya.

KESIMPULAN :

Dalam waktu kurang dari 5 tahun Eric Siregar benar-benar membuat terobosan besar :

Dari mulai belajar Hypnotherapy (menyembuhkan diri sendiri) sampai akhirnya menjadi Hypnotherapist Profesional. Lalu merambah ke dunia Penulisan Buku sampai akhirnya menjadi Trainer berskala NASIONAL .

Saat ini profesi Eric Siregar adalah Konsultan Pengembangan Diri, Trainer, Penulis Buku serta Mind-Therapist & Coach

Pernah seorang sahabat menanyakan kepada Eric Siregar mengapa memilih profesi seperti saat ini, padahal latar belakang pendidikannya adalah seorang Sarjana Komputer. Dengan santai beliau menjawab :

“Dulu waktu masih jadi anak komputer kerjaan kami adalah membuat program di komputer, dan sekarang pun masih, cuma bedanya saat ini memprogram pikiran manusia. Selama manusia hidup, manusia tetap akan berhubungan dengan pikiran (pola pikir/ mindset) dan tidak semua menyadari bahwa pola pikir ini berpengaruh pada pencapaian dalam kehidupannya. Karena saya pernah punya masalah berat di masa lalu dan berhasil menyelesaikannya, saya merasa terpanggil untuk membagikannya kepada orang banyak”

“Saat saya merambah ke dunia pengembangan diri dan softskill. Tetap saja sama, karena yang saya hadapi adalah manusia yang punya pola pikir (Mindset). Apakah itu saat memberikan materi training Leadership, Character Building, Communication Skill dan lain-lain, meskipun ada materi yang berupa pembekalan skill tetap saja nomer 1 yang harus saya kedepankan adalah bagaimana seseorang harus mengenal pola pikirnya terutama untuk menyelesaikan permasalahannya serta melakukan Self Upgrade”

Dari ungkapan Eric Siregar tadi sangat jelas dan tegas bahwa sampai kapanpun selama manusia masih hidup akan terus berhubungan dengan pikiran, selama itu juga manusia harus mengenal serta bisa mengOPTIMALKAN segala POTENSI pikiran tersebut.

Meskipun materi-materi training yang disampaikan beberapa adalah materi Softskill, akan tetapi Eric Siregar tetap mengedepankan pemahaman tentang Potensi Pikiran serta cara mengoptimalkannya. Karena menurutnya manusia memiliki skill yang bagus secara teknis apabila tidak diikuti dengan mental dan sikap yang baik maka akan kurang sempurna.

Dan metode training yang disampaikannya sangat UNIK karena menggabungkan antara pengembangan diri, softskill, Mind Technology (Hypnotherapy & NLP) serta terdapat beberapa sentuhan spiritual secara Universal. Dan gaya menyampaikan trainingnya bersifat INTERAKTIF dan STORY TELLING.

Profil Lengkap Eric Siregar <<<